Author: Sad Anonim
"Akhhiirrrnnyyaaaaa."
Itulah hal yang pertama kali keluar dari mulutku saat semua perkerjaanku selesai. Aku melirik kearah jam tanganku yang menunjukkan pukul 12 malam, dengan bergegas aku merapikan semua peralatan kantorku. Sepertinya malam ini aku menjadi orang terakhir yang pulang dari kantorku.
Aku berjalan kelorong dan masuk kedalam sebuah lift. Tak berselang lama, aku sudah sampai dilantai bawah. Aku menyapa petugas keamanan yang sedang berjaga sambil menonton tv. Setelah itu aku berjalan melewati halaman kantor yang cukup luas ini dan menyusuri trotoar.
Aku memang berjalan kaki, karena jarak rumahku hanya beberapa blok dari kantorku. Dan tanpa diduga-duga, hujan turun dengan derasnya. Aku dengan cepat berlari kesebuah toko yang sudah tutup.
Aku berteduh diterasnya yang tak terkena hujan.
"Sialan, padahal aku ingin segera berbaring dikasurku,"umpatku dalam hati.
Aku duduk sambil menunggu hujan reda. Dan semoga saja hujan ini tak berlangsung lama, aku bukannya takut untuk menerjang hujan ini. Tapi aku takut laptopku rusak jika aku nekad untuk menerobos hujan. Sambil menunggu, aku memutar lagu di handphoneku sambil memakan snack yang selalu aku sediakan di dalam tasku. Saking asyiknya aku tak menyadari ada seseorang yang lewat diseberang jalan. Aku sadar saat suara klakson mobil yang lewat berhasil menembus alunan lagu yang keluar dari earphoneku.
Aku lalu memandangnya, sepertinya dia seorang wanita. Entah kenapa, tiba-tiba firasatku menyuruhku untuk cepat pergi dari tempatku sekarang. Aku menekan kuat perasaan takutku ini, dan aku kembali memperhatikan gadis itu saat sebuah mobil kembali melintas. Wajah gadis itu tak bisa kulihat dengan jelas karena ia sedang memegang payung, namun yang pasti sepertinya dia sedang tersenyum. Entah kenapa ia hanya berdiri disana menghadapku.
Dibawah rintikkan hujan yang lebat ini, aku yang masih memikirkan resiko rusaknya handphone dan laptopkupun akhirnya memilih untuk tetap berada ditempat ini. Entah kenapa tatapan mataku tak bisa lepas dari sosok itu, semakin lama. Aku merasakan ketakutan yang semakin menjadi, dalam otakku aku mencoba untuk mengingat hal yanh indah untuk mengusir rasa takutku dan tiba-tiba saja aku menyadari akan sesuatu.
"Wanita itu berdiri ditengah hujan lebat, ditengah malam?" ucapku dalam hati.
Aku langsung berdiri, melihat kearah bak sampah dan mengambil sebuah kantong plastik yang lumayan besar. Aku memasukkan tas laptopku berserta handphoneku kedalam kantong plastik itu dan buru-buru aku menerjang hujan yang masih saja turun dengan derasnya.
Aku tak lagi menghiraukan wanita yang berdiri diseberang jalan. Dengan sedikit berlari aku meninggalkan tempat itu, aku berbelok dipersimpangan jalan dan berbalik sebentar untuk melihat wanita tadi. Betapa terkejutnya aku, wanita itu dari tadi bukannya berada diseberang jalan. Namun berada ditengah jalan, wanita itu tetap berdiri memandang lurus kearah toko tempatku berteduh tadi, dan saat sebuah mobil melintas dan menabrak tubuhnya gadis itu menghilang. Setelah melihat itu aku berbalik dan....
Wanita itu tepat didepanku, tak ada wajah disana. Hanya ada sebuah bibir yang tersenyum dan dagu yang dagingnya terkoyak. Aku sangat ketakutan hingga semuanya menjadi gelap. ***
Aku terbangun dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhku. Aku mendapati diriku yang tertidur diruangan kerjaku. Aku menatap kejendela dan hujan turun dengan derasnya, lalu aku melirik kearah jam tangaku.
"Pukul 12!" ucapku.
Lalu aku turun dan mencoba menghampiri petugas keamanan yang sedang berjaga. Aku menepuk bahunya dan ia berbalik. Aku mundur beberapa langkah dan terjatuh. Seharusnya aku tau, bahwa aku tak harus turun dari ruanganku. Dan saat itu juga, wajah yang tersisa setengah dari penjaga itu menampakkan senyumnya.
Sebuah senyum yang sama persis dengan wanita itu. Dan seharusnya aku ingat, jika aku bertemu dengannya dan terbangun disuatu tempat dengan kondisi hujan. Aku harus tetap diam. Karena itulah jalan keluarku. Salahku melupakan cerita kakek buyutku, Hujan yang turun ditengah malam, dan seorang wanita didalamnya.
Tamat.
"Akhhiirrrnnyyaaaaa."
Itulah hal yang pertama kali keluar dari mulutku saat semua perkerjaanku selesai. Aku melirik kearah jam tanganku yang menunjukkan pukul 12 malam, dengan bergegas aku merapikan semua peralatan kantorku. Sepertinya malam ini aku menjadi orang terakhir yang pulang dari kantorku.
Aku berjalan kelorong dan masuk kedalam sebuah lift. Tak berselang lama, aku sudah sampai dilantai bawah. Aku menyapa petugas keamanan yang sedang berjaga sambil menonton tv. Setelah itu aku berjalan melewati halaman kantor yang cukup luas ini dan menyusuri trotoar.
Aku memang berjalan kaki, karena jarak rumahku hanya beberapa blok dari kantorku. Dan tanpa diduga-duga, hujan turun dengan derasnya. Aku dengan cepat berlari kesebuah toko yang sudah tutup.
Aku berteduh diterasnya yang tak terkena hujan.
"Sialan, padahal aku ingin segera berbaring dikasurku,"umpatku dalam hati.
Aku duduk sambil menunggu hujan reda. Dan semoga saja hujan ini tak berlangsung lama, aku bukannya takut untuk menerjang hujan ini. Tapi aku takut laptopku rusak jika aku nekad untuk menerobos hujan. Sambil menunggu, aku memutar lagu di handphoneku sambil memakan snack yang selalu aku sediakan di dalam tasku. Saking asyiknya aku tak menyadari ada seseorang yang lewat diseberang jalan. Aku sadar saat suara klakson mobil yang lewat berhasil menembus alunan lagu yang keluar dari earphoneku.
Aku lalu memandangnya, sepertinya dia seorang wanita. Entah kenapa, tiba-tiba firasatku menyuruhku untuk cepat pergi dari tempatku sekarang. Aku menekan kuat perasaan takutku ini, dan aku kembali memperhatikan gadis itu saat sebuah mobil kembali melintas. Wajah gadis itu tak bisa kulihat dengan jelas karena ia sedang memegang payung, namun yang pasti sepertinya dia sedang tersenyum. Entah kenapa ia hanya berdiri disana menghadapku.
Dibawah rintikkan hujan yang lebat ini, aku yang masih memikirkan resiko rusaknya handphone dan laptopkupun akhirnya memilih untuk tetap berada ditempat ini. Entah kenapa tatapan mataku tak bisa lepas dari sosok itu, semakin lama. Aku merasakan ketakutan yang semakin menjadi, dalam otakku aku mencoba untuk mengingat hal yanh indah untuk mengusir rasa takutku dan tiba-tiba saja aku menyadari akan sesuatu.
"Wanita itu berdiri ditengah hujan lebat, ditengah malam?" ucapku dalam hati.
Aku langsung berdiri, melihat kearah bak sampah dan mengambil sebuah kantong plastik yang lumayan besar. Aku memasukkan tas laptopku berserta handphoneku kedalam kantong plastik itu dan buru-buru aku menerjang hujan yang masih saja turun dengan derasnya.
Aku tak lagi menghiraukan wanita yang berdiri diseberang jalan. Dengan sedikit berlari aku meninggalkan tempat itu, aku berbelok dipersimpangan jalan dan berbalik sebentar untuk melihat wanita tadi. Betapa terkejutnya aku, wanita itu dari tadi bukannya berada diseberang jalan. Namun berada ditengah jalan, wanita itu tetap berdiri memandang lurus kearah toko tempatku berteduh tadi, dan saat sebuah mobil melintas dan menabrak tubuhnya gadis itu menghilang. Setelah melihat itu aku berbalik dan....
Wanita itu tepat didepanku, tak ada wajah disana. Hanya ada sebuah bibir yang tersenyum dan dagu yang dagingnya terkoyak. Aku sangat ketakutan hingga semuanya menjadi gelap. ***
Aku terbangun dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhku. Aku mendapati diriku yang tertidur diruangan kerjaku. Aku menatap kejendela dan hujan turun dengan derasnya, lalu aku melirik kearah jam tangaku.
"Pukul 12!" ucapku.
Lalu aku turun dan mencoba menghampiri petugas keamanan yang sedang berjaga. Aku menepuk bahunya dan ia berbalik. Aku mundur beberapa langkah dan terjatuh. Seharusnya aku tau, bahwa aku tak harus turun dari ruanganku. Dan saat itu juga, wajah yang tersisa setengah dari penjaga itu menampakkan senyumnya.
Sebuah senyum yang sama persis dengan wanita itu. Dan seharusnya aku ingat, jika aku bertemu dengannya dan terbangun disuatu tempat dengan kondisi hujan. Aku harus tetap diam. Karena itulah jalan keluarku. Salahku melupakan cerita kakek buyutku, Hujan yang turun ditengah malam, dan seorang wanita didalamnya.
Tamat.







Hii Serem,, Btw nice artikel gan.
ReplyDeleteCeritanya bikin merinding gans... nice
ReplyDeletecerita yg menarik :D
ReplyDelete