Saturday, August 13, 2016

A Perfect Plan

Author: Sad Anonim

Aku duduk termenung dibalkon rumahku sambil menikmati latte dan melihat rintikkan hujan yang semakin deras. Aku hanya melamun melihat derasnya hujan yang mengantarkanku kepada ingatan pahit beberapa hari yang lalu.

Ingatan saat aku memergoki kekasihku yang sudah 2 tahun ini menemani hari-hariku. Aku memergokinya sedang bermesraan dengan pria yang sangat aku kenal, dia temanku semenjak sekolah dasar.
 Hatiku sakit, aku hanya bisa terdiam menatap apa yang mereka perbuat dibelakangku. Pikiranku kosong, saat itu aku merasa nyawaku ada ditempat lain. Dan saat aku sadar, aku melangkah pergi.

Aku menutup pintu dengan keras, tak sedikitpun dia wanita yang kucintai itu berusaha untuk mengejarku. Aku masuk kedalam mobilku, tapi sebelumnya aku sempat berjalan kesamping rumah Anne. Aku memutar keran ditangki.

Tangki yang telah kuisi dengan bensi beberapa hari yang lalu, aliran bensin itu masuk dan meluncur dengan deras disaluran tanah yang sudah aku buat beberapa hari yang lalu juga. Dengan cepat aku berlari untuk mengunci semua pintu karena aku memiliki kunci cadangan dari rumah Anne ini. Ya karena aku tinggal bersamanya 1 tahun yang lalu.

Aku melihat disekeliling rumah Anne sudah basah oleh bensin yang terus mengalir itu. Aku lupa berapa liter aku mengisinya, tapi itu cukup untuk menghanguskan tempat ini. Meskipun pemadam datang untuk memadamkan api.

Mereka tak sadar dengan apa yang sedang terjadi dan apa yang akan menimpa mereka. Lalu sambil menghidupkan sebatang rokok, aku melemparkan pemantik api yang masih menyala itu ketempat genangan bensin yang sudah aku siapkan.

Rumah itu langsung terbakar dengan sangat cepat, mungkin tak sampai 1 menit. Aku mendengar suara teriakan mereka meminta tolong. Aku hanya tersenyum dan masuk kedalam mobilku dan pergi meninggalkan tempat itu. Untung saat itu sudah tengah malam. Lalu aku tersadar dari lamunanku itu, aku lalu berjalan masuk kedalam rumahku dan menuju kamar yang ada diruangan basement.

Aku membuka pintu kamar yang terkunci rapat itu. Dan disana, terdapat dua sosok mayat yang telah hangus sedang berbaring diatas sebuah kasur putih. Ya ini rencanaku, semuanya. Ini rencana yang sangat bagus menurutku dan paling briliant.
Untung saja aku atasan dari pemadam kebakaran didaerah ini, jadi aku bisa leluasa menyembunyikan mayat mereka dengan bantuan bawahanku.

Rencana yang sangat matang bukan?

0 comments:

Post a Comment