Author: Sad Anonim
Malam kemarin aku bermimpi sangat buruk. Dalam mimpiku aku mengalami sebuah insiden yang merenggut nyawaku sendiri, saat itu aku berada disebuah seminar yang diadakan oleh salah satu pejabat tinggi negara.
Walaupun ia dikabarkan melakukan tindak korupsi, tapi sampai saat ini semuanya belum terbukti kebenarannya.
Dia mengadakan seminar tentang betapa indahnya hidup, aku yang tertarik ikut dalam seminar siang itu. Entah kenapa, dari awal masuk kedalam gedung itu aku merasakan hal yang sangat mengganjal dalam dadaku. Rasanya firasatku menyuruhku untuk pergi dari ruangan itu secepatnya.
Ternyata firasatku itu terbukti benar, saat seminar itu selesai masing-masing dari kami bisa berjabat tangan dengannya. Dan saat giliranku, sebuah bukket bunga yang dipegang oleh seorang wanita dan berada tak jauh dariku tiba-tiba meledak dan menghancurkan tubuhku bersama tubuh pejabat itu.
Aku langsung terbangun dengan kucuran keringat yang membanjiri tubuhku. Untuk menenangkan diri, aku berjalan kedapur untuk mengambil sebotol air dingin. Aku meminumnya sambil berjalan kearah ruang tv dan menghidupkannya, aku memilih siaran berita dan melihat siang ini akan ada acara seminar.
Aku lalu bergegas untuk mandi dan mengenakan pakaian yang rapi, karena seminar itu akan dimulai 3 jam lagi. Aku tak ingin terlambat oleh kemacetan. Dengan mobil SUVku, aku melaju membelah kota dan sampai 30 mejit sebelum acara seminar itu dimulai. Firasatku mulai tak enak, aku sadar mungkin hal yang ada didalam mimpiku bisa terjadi.
Jadi aku memilih tempat duduk yang berbeda, di mimpi aku duduk dibagian kiri depan. Kini aku mengambil tempat duduk paling belakang disebelah kiri, seminar itu berjalan dengan sangat lancar hingga tak terasa semua telah mencapai pengujung acara. Kami mendapatkan kesempatan yang sama seperti apa yang ada didalam mimpiku yaitu berjabat tangan dengan pejabat itu.
Aku memilih tempat yang cukup jauh dari wanita yang memegang bukket bunga itu. Aku mengambil jarak yang lumayan, dan saat pejabat itu berjabat tangan dengan pria yang ada disebelah wanita itu.
Ledakan terjadi, semua orang disana shock sesaat. Semuanya hanya diam, berbeda denganku yang memang mengetahui hal ini. Dengan cepat para polisi mengamankan tempat itu dan mengevakuasi kami dari tempat seminar itu.
Dengan cepat aku menyingkir dari kerumunan itu, aku melepas topeng wajah yang aku kenakan dan membuang jam tanganku kesebuah tempat sampah.
Tanganku dilapisi kaos tangan tipis untuk menutup sidik jariku dari jam tangan yang sudah kusetting sebagai detonator. Mimpi itu ternyata membantuku untuk rencana pengeboman kecil itu hahaha.
Maafkan aku nyonya, aku terpaksa mengorbankanmu.
Karena kaulah kunci kesuksesan dari semua rencana ini.
Malam kemarin aku bermimpi sangat buruk. Dalam mimpiku aku mengalami sebuah insiden yang merenggut nyawaku sendiri, saat itu aku berada disebuah seminar yang diadakan oleh salah satu pejabat tinggi negara.
Walaupun ia dikabarkan melakukan tindak korupsi, tapi sampai saat ini semuanya belum terbukti kebenarannya.
Dia mengadakan seminar tentang betapa indahnya hidup, aku yang tertarik ikut dalam seminar siang itu. Entah kenapa, dari awal masuk kedalam gedung itu aku merasakan hal yang sangat mengganjal dalam dadaku. Rasanya firasatku menyuruhku untuk pergi dari ruangan itu secepatnya.
Ternyata firasatku itu terbukti benar, saat seminar itu selesai masing-masing dari kami bisa berjabat tangan dengannya. Dan saat giliranku, sebuah bukket bunga yang dipegang oleh seorang wanita dan berada tak jauh dariku tiba-tiba meledak dan menghancurkan tubuhku bersama tubuh pejabat itu.
Aku langsung terbangun dengan kucuran keringat yang membanjiri tubuhku. Untuk menenangkan diri, aku berjalan kedapur untuk mengambil sebotol air dingin. Aku meminumnya sambil berjalan kearah ruang tv dan menghidupkannya, aku memilih siaran berita dan melihat siang ini akan ada acara seminar.
Aku lalu bergegas untuk mandi dan mengenakan pakaian yang rapi, karena seminar itu akan dimulai 3 jam lagi. Aku tak ingin terlambat oleh kemacetan. Dengan mobil SUVku, aku melaju membelah kota dan sampai 30 mejit sebelum acara seminar itu dimulai. Firasatku mulai tak enak, aku sadar mungkin hal yang ada didalam mimpiku bisa terjadi.
Jadi aku memilih tempat duduk yang berbeda, di mimpi aku duduk dibagian kiri depan. Kini aku mengambil tempat duduk paling belakang disebelah kiri, seminar itu berjalan dengan sangat lancar hingga tak terasa semua telah mencapai pengujung acara. Kami mendapatkan kesempatan yang sama seperti apa yang ada didalam mimpiku yaitu berjabat tangan dengan pejabat itu.
Aku memilih tempat yang cukup jauh dari wanita yang memegang bukket bunga itu. Aku mengambil jarak yang lumayan, dan saat pejabat itu berjabat tangan dengan pria yang ada disebelah wanita itu.
Ledakan terjadi, semua orang disana shock sesaat. Semuanya hanya diam, berbeda denganku yang memang mengetahui hal ini. Dengan cepat para polisi mengamankan tempat itu dan mengevakuasi kami dari tempat seminar itu.
Dengan cepat aku menyingkir dari kerumunan itu, aku melepas topeng wajah yang aku kenakan dan membuang jam tanganku kesebuah tempat sampah.
Tanganku dilapisi kaos tangan tipis untuk menutup sidik jariku dari jam tangan yang sudah kusetting sebagai detonator. Mimpi itu ternyata membantuku untuk rencana pengeboman kecil itu hahaha.
Maafkan aku nyonya, aku terpaksa mengorbankanmu.
Karena kaulah kunci kesuksesan dari semua rencana ini.







0 comments:
Post a Comment