Saturday, September 24, 2016

House Of Sorrow Part-1: The Incident.

Author: Sad Anonim



Hari yang indah untuk seorang pria bernama Jason Vinch. Karena hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya yang ke 13 tahun. Ia sudah merancang semuanya sedemikian rupa dirumah indah miliknya ini, rumah mewah dengan gaya classic khas raja-raja pada zaman dahulu. Jason dengan tekunnya menyiapkan segalanya.

Dari makanan, minuman, hadiah, bahkan dekorasi dimeja makan yang akan menjadi tempat perayaannya untuk istri dan dua orang anaknya yang masing-masing berumur 10 dan 8 tahun.

"Apa semua ini terlihat bagus?" tanya Jason pada pelayan yang membantunya menyiapkan acara ini.

"Selera anda memang sangat bagus tuan, bahkan ini sangat indah," ucap pelayang bernama Gary itu.

"Syukurlah, semoga saja dia suka. Tapi, apakah dia mau datang kemari?" ucap Jason dalam hati. Jason duduk disalah satu kursi dan melamunkan kejadian beberapa hari yang lalu.
***
Saat itu Jason dan istrinya Samantha bertengkar hebat, semuanya karena kesalah pahaman Samantha yang mengira bahwa Jason telah berselingkuh dengan sekertarisnya dikantor. Jason sudah menjelaskan semuanya, tapi Samantha tetap tak percaya dan tetap menuduh Jason selingkuh.

Samantha bahkan sampai melempar barang-barang dirumah itu, beberapa guci mahal pecah. Semua itu untungnya tak terlihay oleh anak-anak mereka. Jason terlebih dahulu menitipkan anak-anaknya pada sang nenek. Kesabaran Jason diuji saat istrinya yang sangat ia sayangi pergi dari rumah, ia tak ingin mengejarnya. Karena Jason tau, istrinya pasti pulang kerumah ayah ibunya untuk menenangkan diri.
***

Kini kembali ke masa sekarang, Jason cemas menunggu kedatangan anak dan istrinya. Untuk anak, ia tak terlalu khawatir. Karena nenek dari anak-anak itu pasti akan mengantarkan mereka kerumah. Yang menjadi perhatian Jason saat ini adalah kedatangan Samantha istrinya. Semoga saja orang tuanya bisa membujuk Samantha untuk pulang kerumah.
1 Jam sudah Jason menunggu, tapi Samantha tak kunjung terlihat. Jason hanya bisa mondar-mandir diruang tengah sambil menunggu kedatangan Samantha.

Ting...Tengg!!!

Jason dengan buru-buru menuju pintu depan, dengan harapan bahwa Samantha yang ada dibalik pintu itu. Jason memutar knop pintu itu dan menarik pintu dengan perlahan. Betapa bahagianya ia saat melihat siapa dibalik pintu itu. Seorang wanita berambut kuning sedang berdiri dengan setelan gaun indah berwarna putih dengan polesan make up tipis dan natural. Menampakkan kecantikkan alami yang ia miliki.

Jason langsung memeluk Samantha tanpa pikir panjang. Ia sangat bersyukur bahwa Samantha mau datang dan merayakan hari jadi mereka.

"Anak-anak sudah datang?" tanya Samantha.

"Belum, mungkin sebentar lagi," ucap Jason sambil merangkul istri yang paling ia cintai.
Samantha dengan manjanya membaringkan kepalanya didada Jason, dan merapatkan tubuhnya dalam pelukkan hangat pria yang sudah 13 tahun ini menjadi suaminya. Lama mereka diam dengan pikiran masing-masing, terlebih Samantha yang sangat menyesali apa yang ia perbuat beberapa hari yang lalu saat ia bertengkar dengan Jason.

Ia sangat takut akan kabar burung itu. Ia tak ingin pria yang sangat ia cintai berpaling pada wanita lain. Sedangkan Jason, ia sedang menunggu kapan datangnya anak berserta orang tuanya dan mertuanya. Pesta ini memang dibuat Jason untuk seluruh keluarganya, bahkan adik-adiknya yang berada diluar kotapun ia undang.

Tak berapa lama, bel berbunyi kembali. Anak-anak Jason telah sampai dan langsung memeluk ayah dan ibu mereka. Tanpa membuang waktu lagi karena semua tamu undangan telah datang, Jason langsung mengajak semua tamunya untuk makan dimeja makan. Sebelum acara makan dimulai, Jason menyempatkan diri untuk berpidato.

"Hari ini adalah hari yang sangat bahagia untukku. Karena hari ini adalah hari dimana perayaan ulang tahun pernikahanku yang ke 13 tahun. Puji syukur kita panjatkan pada tuhan yang sudah memberikan dan membolehkan kita berkumpul pada acara malam ini. Jadi, kita mulai acara makannya," ucap Jason.

Mereka yang ada dimeja makan ini langsung menyantap makanan-makanan lezat yang ada dihadapan mereka. Ada kalkun panggang, kepiting saus tiram, lobster dan masakan-masakan mahal dan istimewa lainnya yang terhidang di meja makan besar ini.
***

Setelah perayaan makan malam itu, Jason mengajak istri dan anaknya untuk pergi berlibur kesebuah taman bermain terkenal dikota mereka. Anak-anak mereka sungguh sangat senang mendapatkan kabar seperti itu. Dan saat itu juga, mereka langsung pergi menuju tempat rekreasi itu.
***

Sesampainya disana, mereka langsung mencoba wahana anak-anak. Dari komedi putar hingga mencoba game melempar bola yang berhadiah boneka. Jason yang memiliki basic tentara melempar bola-bola itu dengan tepat. Ia menghadiahkan sebuah boneka beruang untuk anak perempuannya dan sebuah boneka kelinci yang sangat cantik untuk istri tercintanya.
Jason juga tak lupa membelikan sebuah mobil remote control untuk anak laki-lakinya. Mobil mainan yang bisa dibilang mahal. Mereka hampir seharian menghabiskan waktu mereka untuk mencoba wahana-wahana permainan yang ada ditempat permainan itu.

Semua tampak bahagia, namun saat tiba-tiba sebuah insiden terjadi. Saat itu kedua anak-anak mereka berlari kesebrang jalan untuk membeli hotdog. Jalanan yang cukup aman untuk dilalui berubah seketika, saat sebuah mobil melaju dengan kencang dan tak terkendali. Mobil itu menerjang beberapa orang termasuk kedua anak Jason.

Para korban yang terkena sambaran mobil terpenta jauh, begitu juga dengan anak-anak Jason. Jason yang melihat hal itu langsung berlari kearah kedua anak mereka yang terlempar beberapa meter dari tempat kejadian. Jason langsung merangkul anak laki-lakinya yang beberapa detik yang lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
Jason menangis sejadi-jadinya saat menyadari anaknya meninggal dalam pelukkannya. Selang beberapa menit, mobil ambulance tiba dan langsung mengangkat para jenazah untuk dilarikan kerumah sakit.
***

Sesampainya dirumah sakit, Jason mencoba menenangkan Samantha yang terus menangis menerima kabar bahwa kedua anak mereka telah meninggal. Jason terus memeluk istrinya yang sangat shock itu. Jason tak bisa banyak bicara, ia pun juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Samantha alami. Namun, ia mencoba untuk tetap tegar. Akhirnya Jason mengajak Samantha pulang untuk membenahi acara pemakanan kedua anaknya.
***

Acara pemakaman dilakukan, Samantha adalah orang yang paling histeris saat itu. Ia menangis dengan kencang sejadi-jadinya. Kedua orang tuanya dan orang tua Jason mencoba membujuk dan menghiburnya, namun semua nihil. Samantha masih menangis sampai jasad kedua anak mereka dimakamkan.
***

Kini, seminggu sudah setelah hari pemakaman itu. Samantha masih sering menangis, Jason yang melihat kesedihan Samantha hanya bisa memandang nanar kearah istri tercintanya. Ia sangat menyesali kenapa pada saat itu ia mengajak mereka berlibur dan tak menghabiskan waktu saja dirumah sambil bermain monopili atau catur.
Jason yang tak bisa menghibur Samantha meminta bantuan pada kedua orang tuanya. Dan akhirnya Samantha dibawa pulang kerumah orang tuanya untuk beberapa waktu. ***
Kesedihan semakin menyelimuti Jason, istrinya Samantha. Ditemukan bunuh diri didalam kamarnya. Jason semakin terguncang, ia tak menyangka sang istri akan mengambil jalan pintas seperti itu. Jason hanya bisa menangisi kepergian istrinya. Dan kini rumah itu semakin sepi, sesepi hati sang pemiliknya.
Bersambung...

0 comments:

Post a Comment