Kau tau sayang?
Aku akan selalu menunggumu disini. Dikursi tua disebuah taman tempat kita pertama kali bertemu. Tempat dimana kita berkenalan dengan wajah dihiasi semua merah karena malu.
Aku sangat ingat betul waktu itu. Saat mata bulatmu melirikku diam-diam.
Saat kau tersenyum melihat tingkah konyolku bersama teman-temanku. Aku masih ingat semua itu.
Apalagi saat kita hendak berjabat tangan, bukannya menyambut tanganku. Kau malah lari sambil tersenyum meninggalkanku. Dan saat kita untuk pertama kalinya berkencan, dimana aku mengungkapkan isi hatiku padamu.
Kau menerima cintaku dengan tulus dan dalam beberapa tahun lamanya akhirnya kita memutuskan untuk menikah.
Aku masih saja tertawa jika mengingat saat malam pertama kita. Aku tersangkut ujung meja dan langsung menabrakmu yang sedang ingin berganti pakaian. Lalu saat aku ingin bangkit, ternyata kancing bajumu tersangkut dibajuku.
Hal konyol yang menghilangkan suasana romantis malam itu.
Aku juga masih ingat, saat untuk pertama kalinya kau melahirkan. Melahirkan seorang anak perempuan yang sangat mirip denganmu.
Yah, walaupun kita sering bertengkar karena hal sepele. Tapi, hal itulah yang sangat berkesan bagiku.
Kau!!
Hanya kau yang mau menerimaku apa adanya.
Walaupun kau tau aku makhluk yang abadi hingga akhir jaman.
Walaupun kau tau aku tak bisa mati, tidak seperti dirimu.
Saat dimana hal yang paling tak ku inginkan terjadi, saat dimana kau meregang nyawa. Saat dimana tugasku diberikan sang maha pencipta untukmu.
Walaupun sangat berat, tapi sebagai malaikat pencabut nyawa. Aku tak bisa melanggarnya.
Dan kini, aku menunggumu disini.
Menunggu reinkarnasi dari rohmu.
Menunggu seseorang yang sangat mirip denganmu, menunggu cinta yang hanya digariskan tuhan padaku.







0 comments:
Post a Comment