Author: Sad Anonim
1 Minggu ini sudah game yang sedang
trend saat ini ada di smartphoneku, aku terus berburu pokemon. Namun tak
meninggalkan kewajibanku untuk berlajar, aku tak mau seperti temanku Jack. Ia
sampai rela membolos hanya untuk mencari pokemon saja. Dia memang seperti itu
orangnya. Diperbudak oleh game, aku sudah sering kali menasehatinya. Namun itu
seperti tak ada gunanya. Dan sore ini aku berlari bersama Jack, ia mengatakan
ingin membawaku kesuatu tempat dimana banyak pokemon legend yang bisa ia
dapatkan ditempat itu. Aku hanya mengiyakannya saja, karena memang aku ingin
menguras lemak yang sudah menumpuk selama beberapa hari.
"Kita mau kemana?"
tanyaku.
"Kecabin yang ada diujung
hutan. Aku mendapat info dari sebuah akun diforum, bahwa cabin itu terdapat
banyak pokemon," ucapnya.
"Apa tak sebaiknya kita berlari
ditaman saja? siapa tau disana ada," ucapku mengelak.
Aku tak ingin ketempat itu. Sebuah
cabin tua yang tak terawat. Kabarnya cabin itu adalah tempat bekas pembantaian
yang dilakukan kepala keluarga yang 10 tahun lalu mendiami tempat itu. Namun
aku hanya bisa menghela nafas panjang. Jack yang keras kepala ini tak mau
mendengarkanku. Jadilah aku dan dia berlari sampai dicabin itu. Jaraknya
sekitar 3 km dari rumah Jack. Saat sampai disana aku mencium bau yang sangat
busuk, entah apa. Tapi baunya seperti bau bangkai. Jack mengajakku untuk lebih
mendekat ke cabin itu. Cabin itu sidah terlihat reot, banyak semak belukar
menyelimuti tiang dan dinding cabin yang berukuran 15x15 meter ini.
"Apa kau yakin?" tanyaku
pada Jack.
"Ya, coba lihat. Aku melihat
pikachu disini," ucap Jack.
Ia terlihat mencoba menangkap
pikachu yang selalu berhasil kabur. Hingga tak sadar kami masuk kedalam cabin
itu lewat jendela. Awalnya aku tak ingin ikut, tapi Jack memaksaku agar ikut
masuk kedalam cabin itu. Sebuah kesalahan yang kami lakukan. Bau busuk tercium
semakin menyengat, aku semakin takut saat Jack membawaku masuk lebih jauh
kedalam cabin itu. Aku melihat dari jendela yang ku lewati, langit sudah mulai
menguning. Aku semakin takut. Tanpa sepengetahuan Jack, aku mengambil sebuah
palu godam yang tersandar disamping pintu yang dilewati oleh Jack.
"Astaga tempat apa ini?"
ucap Jack menutup mulutnya melihat banyaknya mayat dalam kondisi mengenaskan.
Bughh!!! praakkk!!!
"Kenapa? kenapa kau melakukan
ini padaku Arthur?" ucap Jack padaku.
"Karena aku takut, jika kau
memberitahukan hal ini pada orang lain Jack, apalagi aku memang menunggu
kesempatan ini.
Kau tau? Akulah yang membuat post tentang cabin ini. Untuk memancingmu masuk kedalam perangkapku," ucapku pada Jack.
Kau tau? Akulah yang membuat post tentang cabin ini. Untuk memancingmu masuk kedalam perangkapku," ucapku pada Jack.
Aku mengangkat tinggi-tinggi palu
godam yang sebelumnya kupukulkan kekakinya tadi. Aku tersenyum lalu berkata.
"Dan, selamat bergabung dengan
para pokemonku Jack!" Sambil melayangkan palu itu tepat kekepalanya.






0 comments:
Post a Comment