Saturday, August 13, 2016

Fear Pokemon Go

Author: Sad Anonim

1 Minggu ini sudah game yang sedang trend saat ini ada di smartphoneku, aku terus berburu pokemon. Namun tak meninggalkan kewajibanku untuk berlajar, aku tak mau seperti temanku Jack. Ia sampai rela membolos hanya untuk mencari pokemon saja. Dia memang seperti itu orangnya. Diperbudak oleh game, aku sudah sering kali menasehatinya. Namun itu seperti tak ada gunanya. Dan sore ini aku berlari bersama Jack, ia mengatakan ingin membawaku kesuatu tempat dimana banyak pokemon legend yang bisa ia dapatkan ditempat itu. Aku hanya mengiyakannya saja, karena memang aku ingin menguras lemak yang sudah menumpuk selama beberapa hari.
"Kita mau kemana?" tanyaku. 
"Kecabin yang ada diujung hutan. Aku mendapat info dari sebuah akun diforum, bahwa cabin itu terdapat banyak pokemon," ucapnya. 
"Apa tak sebaiknya kita berlari ditaman saja? siapa tau disana ada," ucapku mengelak. 
Aku tak ingin ketempat itu. Sebuah cabin tua yang tak terawat. Kabarnya cabin itu adalah tempat bekas pembantaian yang dilakukan kepala keluarga yang 10 tahun lalu mendiami tempat itu. Namun aku hanya bisa menghela nafas panjang. Jack yang keras kepala ini tak mau mendengarkanku. Jadilah aku dan dia berlari sampai dicabin itu. Jaraknya sekitar 3 km dari rumah Jack. Saat sampai disana aku mencium bau yang sangat busuk, entah apa. Tapi baunya seperti bau bangkai. Jack mengajakku untuk lebih mendekat ke cabin itu. Cabin itu sidah terlihat reot, banyak semak belukar menyelimuti tiang dan dinding cabin yang berukuran 15x15 meter ini. 
"Apa kau yakin?" tanyaku pada Jack. 
"Ya, coba lihat. Aku melihat pikachu disini," ucap Jack. 
Ia terlihat mencoba menangkap pikachu yang selalu berhasil kabur. Hingga tak sadar kami masuk kedalam cabin itu lewat jendela. Awalnya aku tak ingin ikut, tapi Jack memaksaku agar ikut masuk kedalam cabin itu. Sebuah kesalahan yang kami lakukan. Bau busuk tercium semakin menyengat, aku semakin takut saat Jack membawaku masuk lebih jauh kedalam cabin itu. Aku melihat dari jendela yang ku lewati, langit sudah mulai menguning. Aku semakin takut. Tanpa sepengetahuan Jack, aku mengambil sebuah palu godam yang tersandar disamping pintu yang dilewati oleh Jack. 
"Astaga tempat apa ini?" ucap Jack menutup mulutnya melihat banyaknya mayat dalam kondisi mengenaskan.
Bughh!!! praakkk!!! 
"Kenapa? kenapa kau melakukan ini padaku Arthur?" ucap Jack padaku. 
"Karena aku takut, jika kau memberitahukan hal ini pada orang lain Jack, apalagi aku memang menunggu kesempatan ini. 
Kau tau? Akulah yang membuat post tentang cabin ini. Untuk memancingmu masuk kedalam perangkapku," ucapku pada Jack. 
Aku mengangkat tinggi-tinggi palu godam yang sebelumnya kupukulkan kekakinya tadi. Aku tersenyum lalu berkata. 
"Dan, selamat bergabung dengan para pokemonku Jack!" Sambil melayangkan palu itu tepat kekepalanya.

0 comments:

Post a Comment