Author: Sad Anonim
Seorang pria ditemukan meninggal dengan keadaan leher yang terbelah, setelah diselidiki pria itu bernama Anton. Ia adalah seorang sejarahwan. Saat itu polisi dan penyidik langsung melakukan olah TKP, mereka hanya menemukan secarik kertas dengan tulisan.
Seorang pria ditemukan meninggal dengan keadaan leher yang terbelah, setelah diselidiki pria itu bernama Anton. Ia adalah seorang sejarahwan. Saat itu polisi dan penyidik langsung melakukan olah TKP, mereka hanya menemukan secarik kertas dengan tulisan.
"6,12LU"
Kertas itu tepat terselip diantara jari-jari tangan kanan korban. Tak ada sidik jari sama sekali, semua bersih.
Hingga saat seorang penyidik tak sengaja membuat mayat korban terbalik, terdapat tulisan lagi dilantai tempat korban terbaring.
"Aku ingin bermain, Kubik selalu menjadi kegemaranku, berjalan mundur juga hal yang membuatku selalu tertawa. Jadi temukanlah diriku."
Polisi yang kebingungan dengan hal itu memanggil detektif Frank.
Frank melihat tulisan itu dan memanggil semua orang yang terakhir kali bertemu korban.
Darek.
Pria berumur 26 tahun.
Aku bertemu korban saat pukul 12 malam. Ia memintaku untuk menemaninya malam itu sambil minum. Namun, aku menolaknya. Ia bilang ia ingin merayakan penemuan bernilai jutaan dollar yang baru saja ia temukan.
Cilu.
Seorang pria berumur 28 tahun, seumuran dengan korban.
Malam itu aku bertemu korban pada pukul 11:53 malam. Dia mengajakku untuk minum, namun aku menolaknya. Aku sangat mengantuk sat itu dan masuk kedalam kamarku yang berjarak 3 kamar dari kamarnya. Aku tak menyangka ada orang yang tega melakukan hal sekeji itu.
John.
Pria berumur 24 tahun.
Seorang supir.
Aku memang memiliki masalah dengannya soal gajih, tapi aku tak mungkin melakukan hal itu.
Untuk kali ini Frank cukup kesulitan menemukan pembunuh sebenarnya. Semua keterangan bisa saja palsu.
Kertas itu tepat terselip diantara jari-jari tangan kanan korban. Tak ada sidik jari sama sekali, semua bersih.
Hingga saat seorang penyidik tak sengaja membuat mayat korban terbalik, terdapat tulisan lagi dilantai tempat korban terbaring.
"Aku ingin bermain, Kubik selalu menjadi kegemaranku, berjalan mundur juga hal yang membuatku selalu tertawa. Jadi temukanlah diriku."
Polisi yang kebingungan dengan hal itu memanggil detektif Frank.
Frank melihat tulisan itu dan memanggil semua orang yang terakhir kali bertemu korban.
Darek.
Pria berumur 26 tahun.
Aku bertemu korban saat pukul 12 malam. Ia memintaku untuk menemaninya malam itu sambil minum. Namun, aku menolaknya. Ia bilang ia ingin merayakan penemuan bernilai jutaan dollar yang baru saja ia temukan.
Cilu.
Seorang pria berumur 28 tahun, seumuran dengan korban.
Malam itu aku bertemu korban pada pukul 11:53 malam. Dia mengajakku untuk minum, namun aku menolaknya. Aku sangat mengantuk sat itu dan masuk kedalam kamarku yang berjarak 3 kamar dari kamarnya. Aku tak menyangka ada orang yang tega melakukan hal sekeji itu.
John.
Pria berumur 24 tahun.
Seorang supir.
Aku memang memiliki masalah dengannya soal gajih, tapi aku tak mungkin melakukan hal itu.
Untuk kali ini Frank cukup kesulitan menemukan pembunuh sebenarnya. Semua keterangan bisa saja palsu.







0 comments:
Post a Comment