Author: Sad Anonim
Sayang, aku kira hubungan jarak jauh ini bisa kita jalani. Aku kira
semuanya bisa seperti saat kita saling menatap satu sama lain. Saling
bercanda dengan es krim cone yang saling kita tempelkan dihidung, aku
menempelkannya dihidung mancung kecil mu. Dan kau sebaliknya dihidung
besarku.
Aku kira semua akan sama saat kau berpura-pura marah dan mendiamkanku. Saat aku akan mencoba membujukmu dengan segala cara dan saat aku menyerah. Kau tersenyum dengan indahnya dan merangkulku dari belakang.
Aku kira hal-hal kecil seperti ucapan selamat malam yang selalu aku ucapkan untukmu akan membawamu dalam tidur nyenyakmu didalam pelukkanku.
AKU KIRA SEMUA ITU AKAN SAMA SAYANG!
Tapi, semua itu hanya indah diawal. Beberapa hari saat kita menjalin hubungan jarak jauh itu karena aku harus bertugas di negri antah berentah ini.
Semua itu berubah karena orang itu. Orang yang kini sedang ada dihadapanku dengan wajah ketakutan. Dengan wajah memelas untuk diberi belas kasihan.
Tapi, aku tak bisa sayang!!
Semua yang ia lakukan sudah diluar batas kemanusiaan. Dia! DIA yang telah membuatmu berada jauh disana. Tempat dimana aku tak bisa menjangkaunya, tempat dimana aku hanya bisa memandang fotomu saat aku rindu.
Sayang, aku tak tau apa yang kau alami saat pria ini datang malam itu. Tapi, semua itu membuatku tak bisa membedakan dunia nyata dan khayalanku. Aku kini tak bisa menyentuhmu lagi hanya karena nafsu binatang dari pria ini. Aku harus sayangku!
AKU HARUS!!
Aku akan melakukan ini sayang. Mengambil sebuah belati, menancapkannya tepat dipaha pria itu. Merobek pahanya hingga terbuka lebar dan menarik keluar semua urat dipahanya itu. Membuka seluruh pakaiannya, menyiram luka yang terbuka lebar dipahanya dengan campuran air garam dan lemon yang kuperas sendiri.
Menarik garis lurus dari pusar diperut pria itu sampai kearah kemaluan dan testisnya dengan belati itu. Menekan dengan kuat saat ujung tajam dari belati itu sampai di kemaluannya. Membuat kemaluan pria itu terbelah dan merobek testisnya yang bergelantungan.
Mendengar teriakan tertahan darinya saat luka yang baru saja kubuat kusiram dengan sisa air campuran garam dan perasan lemon. Lalu menusuk lehernya tepat di jakunnya yang turun naik dengan cepat hingga menembus kebelakang tengkuknya. Melihat dirinya meregang nyawa saat darah dari luka ditenggorokkan dan bagian tubuh lainnya keluar dengan derasnya dan menjauh dari tubuhnya. Lalu membakar dirinya dan seluruh isi rumahnya.
Aku tak bisa berpikir lagi sayang. Hubungan jarak jauh ini sungguh sangat menyakitkan untukku. Namun, aku bahagia.
AKU SUNGGUH SANGAT BAHAGIA!
Saat aku menusukkan belati itu tepat dijantungku. Saat darah dalam tubuhku tak dapat lagi terpompa dan mengisi seluruh organ didalam tubuhku. Tak bisa lagi mengantarkan oksigen yang ditampung oleh paru-paruku keseluruh tubuhku. Dan saat malaikat kematian itu datang dibeberapa saat sebelum nyawaku lepas dari tubuhku, dan terlebih lagi.
SAAT AKU MELIHAT WAJAHMU LAGI!
Dengan senyum indah yang menghiasi dan mengantarkan aku kedalam pelukkanmu dialam abadi ini.
Aku kira semua akan sama saat kau berpura-pura marah dan mendiamkanku. Saat aku akan mencoba membujukmu dengan segala cara dan saat aku menyerah. Kau tersenyum dengan indahnya dan merangkulku dari belakang.
Aku kira hal-hal kecil seperti ucapan selamat malam yang selalu aku ucapkan untukmu akan membawamu dalam tidur nyenyakmu didalam pelukkanku.
AKU KIRA SEMUA ITU AKAN SAMA SAYANG!
Tapi, semua itu hanya indah diawal. Beberapa hari saat kita menjalin hubungan jarak jauh itu karena aku harus bertugas di negri antah berentah ini.
Semua itu berubah karena orang itu. Orang yang kini sedang ada dihadapanku dengan wajah ketakutan. Dengan wajah memelas untuk diberi belas kasihan.
Tapi, aku tak bisa sayang!!
Semua yang ia lakukan sudah diluar batas kemanusiaan. Dia! DIA yang telah membuatmu berada jauh disana. Tempat dimana aku tak bisa menjangkaunya, tempat dimana aku hanya bisa memandang fotomu saat aku rindu.
Sayang, aku tak tau apa yang kau alami saat pria ini datang malam itu. Tapi, semua itu membuatku tak bisa membedakan dunia nyata dan khayalanku. Aku kini tak bisa menyentuhmu lagi hanya karena nafsu binatang dari pria ini. Aku harus sayangku!
AKU HARUS!!
Aku akan melakukan ini sayang. Mengambil sebuah belati, menancapkannya tepat dipaha pria itu. Merobek pahanya hingga terbuka lebar dan menarik keluar semua urat dipahanya itu. Membuka seluruh pakaiannya, menyiram luka yang terbuka lebar dipahanya dengan campuran air garam dan lemon yang kuperas sendiri.
Menarik garis lurus dari pusar diperut pria itu sampai kearah kemaluan dan testisnya dengan belati itu. Menekan dengan kuat saat ujung tajam dari belati itu sampai di kemaluannya. Membuat kemaluan pria itu terbelah dan merobek testisnya yang bergelantungan.
Mendengar teriakan tertahan darinya saat luka yang baru saja kubuat kusiram dengan sisa air campuran garam dan perasan lemon. Lalu menusuk lehernya tepat di jakunnya yang turun naik dengan cepat hingga menembus kebelakang tengkuknya. Melihat dirinya meregang nyawa saat darah dari luka ditenggorokkan dan bagian tubuh lainnya keluar dengan derasnya dan menjauh dari tubuhnya. Lalu membakar dirinya dan seluruh isi rumahnya.
Aku tak bisa berpikir lagi sayang. Hubungan jarak jauh ini sungguh sangat menyakitkan untukku. Namun, aku bahagia.
AKU SUNGGUH SANGAT BAHAGIA!
Saat aku menusukkan belati itu tepat dijantungku. Saat darah dalam tubuhku tak dapat lagi terpompa dan mengisi seluruh organ didalam tubuhku. Tak bisa lagi mengantarkan oksigen yang ditampung oleh paru-paruku keseluruh tubuhku. Dan saat malaikat kematian itu datang dibeberapa saat sebelum nyawaku lepas dari tubuhku, dan terlebih lagi.
SAAT AKU MELIHAT WAJAHMU LAGI!
Dengan senyum indah yang menghiasi dan mengantarkan aku kedalam pelukkanmu dialam abadi ini.






0 comments:
Post a Comment