Author: Sad Anonim.
Jimmy adalah seorang anak yang pemberani, ia tak pernah takut bahkan saat umurnya 5 tahun ia ditinggal sendirian dirumahnya yang berada dipinggir hutan oleh kedua orang tuanya. Jimmy selalu merasa senang dan tak pernah menampakkan wajah sedih atau putus asa. Seperti saat ia terjebak ditengah hutan bersama kelompok pramukannya saat ia duduk disekolah menengah pertama.
Teman-temannya menangis histeris, sedangkan Jimmy hanya menatap lurus, tersenyum dan mencoba mencari jalan keluar dari hutan menyeramkan itu. Ia tak pernah sedikitpun takut, saat suara lolongan anjing hutan atau srigala liar yang menggema saat malam tiba. Jimmy tau, jika ia tak takut mereka tak akan berani mendekatinya.
Dan beberapa hari yang lalu, Jimmy mengalami hal yang cukup menakutkan bagi orang lain. Ia disekap oleh beberapa orang disebuah gudang.
Disana ia dipukul berulang kali dan tak jarang ia juga mengalami tindak kekerasan yang lain. Seminggu ia disekap disana dan saat mereka lengah, Jimmy berhasil mengambil pisau yang tergeletak disampingnya.
Ia berhasil melepaskan diri, berjalan dengan pelan dan menikam satu persatu orang yang menyekapnya. Ia tak takut dengan apa yang ia lakukan, karena ia sudah dilatih oleh almarhum kakeknya. Semua orang yang menyekapnya berhasil ia bunuh, dan beberapa organ dalam dari para penyekap itu diambil oleh Jimmy. Ia tak ingin rugi dengan apa yang telah terjadi padanya.
Berselang dua hari setelah kejadian itu, Jimmy mendapatkan surat ancaman dari seseorang untuk menjauhi gadis yang sekarang ia dekati. Ya, Jimmy tak akan takut dengan hal semacam ini. Ia menantang orang itu dan terus mendekati gadis pujaannya. Sayangnya ancaman itu hanya ancaman belaka. Jimmy tak mendapatkan hal yang berarti setelah hari itu.
Namun hal yang terjadi hari ini pada Jimmy membuatnya sangat ketakutan. Kata-kata almarhum kakeknya memang benar adanya.
Ia tak akan merasa takut dengan apa yang dilakukan manusia, hewan ataupun apa yang terjadi dibumi ini terkecuali satu hal.
Saat kau hanya bisa terbaring dikasurmu.
Saat kau mencoba menggerakkan seluruh tubuhmu dan kau tak bisa. Saat seseorang datang dengan sebuah sabit yang besar, panjang, dan tajam. Saat orang itu menampilkan gambaran antara tempat indah yang diselimuti hamparan rumput tipis dan deretan bunga-bunga indah dan sebuah tempat tandus yang dipenuhi oleh kobaran api, yang tak ada rumput sama sekali kecuali jeretan paku dan kawat berduri yang berwarna kehitaman.
Dan saat kau ditarik dari tubuhmu dan dimasukkan ketempat penuh api itu.







0 comments:
Post a Comment