Author: Sad Anonim
Level: Easy
Malam ini angin berhembus cukup kencang, untungnya aku membawa mantel yang cukup tebal. Jadi, aku tak akan merasa kedinginan dan paling parah, masuk angin.
Aku baru saja pulang dari kantor. Dan berjalan disebuah gang sepi. Gang ini adalah rute paling cepat menuju rumahku. Walaupun aku sudah bermantel tebal, tapi tetap saja rasanya aku tak tahan dengan dinginnya angin yang berhembus kencang ini.
Dan saat sampai dipersimpangan. Aku dikejutkan oleh tubuh seorang gadis yang bersimbah darah. Entah dari mana asalnya, tapi sepertinya gadis itu seperti baru saja dilempar oleh sesuatu.
Aku agak terkejut dan melihat kearah gadis itu, disana aku melihat ada seseorang yang melihat gadis itu. Aku mencoba berlari, namun aku tak bisa berlari dengan kencang. Karena angin yang berhembus cukup kencang ini.
Dan aku mencoba berbalik untuk melihat orang tadi. Ia melihatku yang coba berlari, namun tertahan oleh angin. Aku lalu memutuskan untuk bersembunyi disebuah bak sampah dekat situ. Sambil mengintip, apakah orang tadi sudah pergi menjauh. Tak lama aku menunggu, orang itu sudah pergi.
Dan aku berusaha menghampiri gadis itu dan membawanya menjauh dari tempat itu. "Huhftt untung saja aku bisa menjauh" ucapku sambil membuang mantel tebalku, karena sangat berat saat tertimpa angin.
Level: Easy
Malam ini angin berhembus cukup kencang, untungnya aku membawa mantel yang cukup tebal. Jadi, aku tak akan merasa kedinginan dan paling parah, masuk angin.
Aku baru saja pulang dari kantor. Dan berjalan disebuah gang sepi. Gang ini adalah rute paling cepat menuju rumahku. Walaupun aku sudah bermantel tebal, tapi tetap saja rasanya aku tak tahan dengan dinginnya angin yang berhembus kencang ini.
Dan saat sampai dipersimpangan. Aku dikejutkan oleh tubuh seorang gadis yang bersimbah darah. Entah dari mana asalnya, tapi sepertinya gadis itu seperti baru saja dilempar oleh sesuatu.
Aku agak terkejut dan melihat kearah gadis itu, disana aku melihat ada seseorang yang melihat gadis itu. Aku mencoba berlari, namun aku tak bisa berlari dengan kencang. Karena angin yang berhembus cukup kencang ini.
Dan aku mencoba berbalik untuk melihat orang tadi. Ia melihatku yang coba berlari, namun tertahan oleh angin. Aku lalu memutuskan untuk bersembunyi disebuah bak sampah dekat situ. Sambil mengintip, apakah orang tadi sudah pergi menjauh. Tak lama aku menunggu, orang itu sudah pergi.
Dan aku berusaha menghampiri gadis itu dan membawanya menjauh dari tempat itu. "Huhftt untung saja aku bisa menjauh" ucapku sambil membuang mantel tebalku, karena sangat berat saat tertimpa angin.







0 comments:
Post a Comment