Saturday, September 3, 2016

Jangan Melanggar!

Author: Sad Anonim. 




Cerita ini diambil dari cerita creepypasta yang berjudul The Nail. 

"Waktunya untuk tidur, The Nail sudah dekat." 

"Tapi anak penurut tak perlu takut."

"Tutup mata kirimu, lalu yang kanan."

"Saatnya ucapkan selamat malam." 

Lagu itu selalu dinyanyikan saat menjelang tidur. Tak bosannya lagu itu dinyanyikan disebuah panti asuhan besar yang ada ditengah kota agar para anak kecil ini tertidur dikamarnya masing-masing. 
Hingga suatu saat, anak nakal yang bernama Terry iseng dan membalikkan lagu itu. Ia menutup mata kanannya terlebih dahulu dan menutup mata kirinya. Ia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa hal ini hanys lelucon.

Tak ada makhluk seperti yang diceritakan oleh pengasuhnya saat menyanyikan lagu ini, semua hanya untuk menakuti anak-anak disini dan membuat mereka cepat tertidur. Terry yang terkenal nakal itu lalu berlari berputar-putar dikamarnya hingga ia kelelahan dan berbaring dikasurnya. Terry menyanyikan lagu itu lagi dengan versi terbalik. 

Dan kini dari sudut matanya terlihat sosok tinggi berdiri diujung kamarnya. Terry sepontan menutup matanya, dan beberapa saat kemudian ia membuka lagi matanya. 
Ia tak melihat lagi sosok itu, namun saat matanya melihat kesamping kiri kasurnya ia sangat amat terkejut. Wajahnya menjadi pucat saat melihat sosok itu sudah berdiri disamping kasurnya dan mengangkat satu tangannya. Kuku-kuku jari tangannya sangat panjang dan terlihat seperti sebuah pisau. 

Terry yang penakut menjadi shock dan tak bisa menggerakkan tubuhnya. Ia menatap lekat sosok itu, kini tangan sosok itu sudah hinggap disamping kiri mata Terry. Perlahan jari tajam itu menempel disela matanya dan menekan masuk hingga membuat Terry berteriak. 
Namun dengan cepat sosok itu menutup mulut Terry dengan tangan kirinya. Kuku itu melesat masuk kedalam mata kiri Terry lalu sosok itu mengangkat tangannya hingga mata kiri Terry ikut keluar karena melekat dikuku sosok itu. 

Kini sosok itu melihat Terry yang sekarat. Ia lalu merobek baju Terry, dengan kukunya sosok itu menarik garis lurus dari dada Terry hingga keperutnya. Perlahan kuku-kuku tangan sosok itu menusuk masuk kedalam perut Terry dan menariknya kesisi yang berlawanan. Sosok itu dengan perlahan mengambil ginjal, hati dan jantung milik Terry. 

Kemudian sosok itu memasukkan semua organ dalam Terry itu kedalam sebuah box khusus yang ia letakkan disamping sosok itu. Sosok itu lalu berjalan menuju pintu dan memutar knopnya. Ia lalu berjalan menelusuri lorong hingga berhenti didepan sebuah pintu, ia mendorong pintu itu dengan perlahan dan disana sudah menunggu dua orang perawat. 

"Bagaimana apa semua berhasil?" tanya seorang perawat yang bernama Lisa. 

"Semua sudah selesai, anak itu melanggarnya dan kita mendapatkan organ dalamnya untuk membiayai panti asuhan ini," tanya sosok itu yang adalah seorang pria berjenggot yang bernama Justin. 

"Kini giliranmu mengambil anak nakal yang ada dijalan untuk korban kita selanjutnya Cecil," ucap Justin sambil menepuk pelan bahu perawat yang berambut pirang itu.

0 comments:

Post a Comment